CARAMEMBUAT BUKET PERNIKAHAN / HOW TO MAKE WEDDING BOUQUET PART 2 (Julai 2022). hydrangea biru, hydrangea lavender, iris, dan bunga ros mawar. Teruskan ke 3 dari 9 di bawah. 03 dari 09 tahan lama untuk perkahwinan luar di dalam keadaan cerah atau berangin.Saluran daun camellia dan manik-manik semprot kristal aksen ini susunan dramatik.
BUNGATERBAIK: Pengharum dan Penguat Aroma Kristal Purex. Aroma menenangkan dari lavender dan vanilla bean berkibar menjadi hidup di Downy Infusions Calm Fabric Softener, untuk pakaian yang berbau senyaman yang mereka rasakan. Cara membuat aroma cucian Anda bertahan lebih lama. Pilih deterjen cucian yang tepat.
Chrome tawas, yaitu jenis tawas yang memiliki senyawa ungu tua, biasanya ditambahkan untuk membuat kristal lavender yang berwarna ungu. - Tawas selenat, yaitu jenis tawas yang mengandung senyawa selenium. Selenium merupakan bahan oksidator kuat, sehingga dapat digunakan sebagai antiseptik. - Aluminium sulfat.
Caramembuat ramuan dari bunga anggrek : Daun sirih merah akan meredakan nyeri otot dan melepaskan kristal asam urat dalam tubuh. Rebus 8 lembar daun sirih muda dengan 500 ml air hingga tersisa 3 gelas. Kandungan Bunga lavender dan manfaatnya - Lavender atau lavendel atau Lavandula adalah sebuah genus tumbuhan berbunga dalam suku
10Cara Menanam Lavender di Indonesia By Kakakid Posted on July 5, 2022 BungaBunga.Co.Id - Warna cerah bunga dan aroma bunga lavender membuat banyak orang menyukainya.
CaraMembuat Bunga Lavender Dari Kertas-Paper Craft Flower
Pelajaricara membuat sabun dari Debra Maslowski, seorang veteran pembuat sabun buatan sendiri dari sbobetcasino. Proses alaminya sederhana, serbaguna, dan sukses! Cara Membuat Sabun. Membuat sabun buatan sendiri adalah gairah nomor satu saya, jadi jika saya punya waktu sehari untuk tidak melakukan apa-apa, saya akan membuatnya sepanjang hari.
Semogadengan cara alami ini komedo Anda bisa hilang, karena bila Anda menggunakan obat-obatan yang tidak cocok dengan kulit Anda malah akan membuat kulit Anda menjadi rusak. Bahan-bahan yang digunakan untuk menghilangkan komedo secara alami 100 persen terbuat dari bahan alami dan tidak mengandung bahan-bahan kimia yang dapat berbahaya bagi
Dihalamanini anda akan melihat Background Bunga Lavender yang keren! Gambar tersebut bisa anda unduh langsung, caranya silahkan klik pada gambar atau klik tombol Download Now pada foto yang anda inginkan.
Bungailavender merupakan bunga yang sangat cantik dan berasal dari benua eropa, namun juga banyak berkembang biak di indonesia. Dibandingkan dengan bunga asli, bunga dari sedotan plastik ini memang terbilang murah, akan tetapi di tangan para pebisnis peluang usaha dengan membuat bunga dari sedotan ini cukup menggiurkan. Menakjubkan 30+ Gambar Bunga Dari Sedotan Kecil Gambar
LdrfPg. Unduh PDF Unduh PDF Bunga lavender yang lembut dan harum bisa dengan mudah dikeringkan dan diawetkan sehingga bisa dimasukkan ke dalam kemasan sachet pewangi atau dalam rangkaian bunga kering. Untuk mengeringkan lavender, penting untuk memanen bunga pada saat yang tepat, ketika warnanya paling cerah dan aromanya paling kuat. Anda kemudian bisa memilih untuk mengeringkannya di ruangan yang gelap atau di bawah sinar matahari, tergantung tujuan penggunaannya. Baca selanjutnya untuk mengetahui cara mengeringkan lavender dengan dua cara yang berbeda. 1Panen lavender sebelum bunganya mekar sepenuhnya. Potong lavender pada pangkal batang ketika tunas bnganya baru membuka. Ini akan memastikan bahwa lavender kering bisa mempertahankan aroma bunganya yang kuat dan warna ungunya yang cerah[1] 2Potong tangkai bunga lavender yang cukup tua tepat di atas daun. Usahakan dapatkan batang sepanjang mungkin pada bunga. Dalam memanen lavender, Anda juga berarti memangkas tanamannya, yang membantu tanaman tumbuh kuat sepanjang musim dinginr.[2] 3Kumpulkan lavender menjadi seikat. Setelah Anda memanen cukup banyak tangkai bunga lavender, kumpulkan agar bisa diikat. Tap dan ratakan ujung bawah semua batang di telapak Anda agar tersusun rata dan rapi. 4Ikat batang lavender dengan karet gelang. Lilitkan atau karet gelang pada batang lavender ke arah pangkal batang bawah. Terus lilitkan sampai ikatan erat, namun tidak terjepit.[3] Menggunakan karet gelang bukannya benang atau pita akan memastikan batang tidak meluncur turun dari ikatan sewaktu batang menyusut dan mengecil selama proses pengeringan. 5Cari tempat yang gelap untuk mengeringkan lavender. Mengeringkan lavender perlahan dalam ruangan gelap adalah cara terbaik untuk mempertahankan warnanya, karena matahari akan memudarkan warna ungu bunganya. Carilah tempat yang kering dan gelap yang tidak mendapatkan banyak sinar matahari, seperti gudang, garasi, atau tempat yang teduh di bawah atap Anda. 6Gantung seikat lavender secara terbalik. Kaitkan gelang karet pada kait gantungan atau paku. Anda juga bisa mengikatkan ikatan karet gelang pada kait gantungan atau rak untuk menggantung lavender. 7Biarkan lavender kering selama 2 - 4 minggu. Periksa sering untuk melihat apakah lavender sudah kering. Jika sudah kering, maka ketika Anda mengusap deretan bunganya, bunga akan jatuh dengan mudah dari batang. Anda bisa meninggalkan bunga yang sudah kering tetap pada batang atau merontokkannya untuk digunakan dalam kantong sachet untuk pewangi atau untuk memanggang. Iklan 1Panen lavender. Panen lavender sebelum tunasnya terbuka. Potong di bagian dasar batang untuk mengikutkan batang sepanjang mungkin. 2Bentangkan lavender di atas balok kayu. Talenan atau sebidang kayu besar lain sangat cocok untuk mengeringkan lavender di bawah sinar matahari. Jika Anda menggunakan nampan logam, lavender akan terlalu panas. Jika Anda menggunakan plastik, tangan Anda mungkin nanti kotor dengan lelehan. 3 Tempatkan lavender di tempat dengan sinar matahari yang cerah. Pindahkan talenan atau blok kayu ke tempat yang mendapat banyak sinar matahari, baik di dalam atau di luar ruangan. Mengeringkan lavender dengan cara ini merupakan proses yang jauh lebih cepat daripada mengeringkan dalam ruangan gelap, namun bersiaplah matahari memudarkan lavender Anda menjadi warna ungu sangat pucat. Jika Anda tinggal di daerah yang mendapat banyak hujan, keringkan lavender di dalam ruangan dekat jendela yang terang atau siap memindahkannya ke dalam ketika hujan nampaknya akan turun. 4Biarkan matahari untuk benar-benar mengeringkan lavender. Panas matahari kurang lebih akan memakan waktu sekitar satu minggu untuk mengeringkan lavender. Periksa setiap beberapa hari untuk melihat apakah lavender sudah kering. Kalau sudah kering, bunga harus rontok dengan mudah dari batangnya. Iklan Jika Anda menggunakan ikatan yang mudah dilepas pada karet gelang tanpa memutusnya, Anda bisa menggunakan karet tersebut kembali berkali-kali. Aroma lavender bisa menghalangi ngengat, sehingga menggantung lavender dalam lemari pakaian Anda tidak hanya akan membuat lemari Anda harum, tetapi juga bisa menghalangi pakaian Anda dari serangan serangga. Waktu pengeringan tergantung cuaca dan iklim. Jika Anda tinggal di daerah yang lembab, lavender mungkin memakan waktu lebih lama untuk mengering. Iklan Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda?
√ 6 Cara Menanam Bunga Lavender Terlengkap – Hai para budidayawan kembali lagi dalam artikel Kali ini kita akan membahas mengenai Cara Menanam Bunga Lavender. Ada yang sudah mengetahui bagaimana cara menanam bunga lavender agar menghasilkan bunga yang indah? Mari simak yuk dalam penjelasannya dibawah ini ya. √ 6 Cara Menanam Bunga Lavender Terlengkap Mengenal Bunga LavenderManfaat Bunga LavenderJenis – Jenis Bunga LavenderCara Menanam Bunga LavenderSebarkan iniPosting terkait Mengenal Bunga Lavender Lavender atau lavendel atau Lavandula adalah genus tumbuhan berbunga dalam suku Lamiaceae yang tersusun atas 25-30 spesies. Asal usul tumbuhan ini adalah dari beberapa wilayah selatan Laut Tengah sampai Afrika tropis dan ke timur sampai India – Dunia Lama. Genus ini termasuk pada tumbuhan menahun, tumbuhan dari jenis rumput-rumputan, semak pendek, dan semak kecil. Tanaman ini juga tersebar di wilayah Kepulauan Canaria, Afrika Utara dan Timur, Eropa selatan terutama Prancis selatan, Arabia, dan India. Banyak darinya untuk ditanam dan dikembangkan secara luas di iklim sedang sebagai tanaman hias, bahan kuliner, dan ekstrak minyak esensial untuk sebuah keperluan komersial. Tumbuhan ini juga sering ditemukan tumbuh liar di daerah di luar daerah asalnya. Bunga yang memiliki nama latin Lavandula afficinalis angustifolia ini aslinya juga berasal dari wilayah selatan Laut Tengah sampai Afrika tropis dan ke timur sampai ke India. Keunikan dari tanaman ini yaitu terletak pada aroma yang sudah dimilikinya. Aroma bunga lavender sangat harum dan sukar hilang. Selain itu aroma pada bunga ini tidak disukai oleh banyak nyamuk sehingga banyak yang menanam di sekitar rumah sebagai tanaman pengusir nyamuk. Tanaman ini bisa tumbuh dengan baik di iklim tropis, sehingga sangat cocok bila ditanam di Indoneisa. Lavender merupakan salah satu tanaman yang masuk dalam kategori tanaman rumput dan memiliki setidaknya sekitar 25-30 spesies yang tersebar ke seluruh dunia. Manfaat Bunga Lavender Antibakteri dan antivirus. Aroma dari Bunga Lavender dapat menimbulkan perasaan nyaman hingga dapat Mengatasi insomnia. Mengendalikan Mood atau Perasaan. Mengatasi rambut rontok. Mencegah atau mengusir nyamuk Tanaman Lavender Merupakan Tanaman Pengusir Nyamuk Yang Ampuh. Mengatasi sakit perut karena iritasi. Dapat merelaksasi otot yang tegang. Jenis – Jenis Bunga Lavender 1. Lavandula Angustifolia Bunga levender jenis ini berasal dari Italia, Spain, kroasia atau kawasan mediterania lainnya. Jenis ini memiliki ciri-ciri daun lebar sesuai dengan namanya, dengan warna hijau berukuran panjang 3-6 cm serta lebar, 5-8 mm. Bunga lavender ini memiliki waran ungu pucat dan tangkai sepanjang 20-50 cm. tanaman jenis diatas biasanya berbunga pada bulan juni hingga september, tentunya waktu berbunga tergantung cuaca pada daerah anda. 2. Lavandula Lanuta Bunga berasal daris spanyol bagian selatan ini memiliki warna ungu tua serta terdapat bulu halus atau rambut pada tangkai hingga ujung bunga. Bunga ini memiliki warna terlihat seperti perak karena bulu pada tangkai hingga ujung bunga tersebut. 3. Lavandula Dentata Lavandula aromatik adala jenis bunga lavender ini dan berasal dari negara spanyol bagian timur, maroko dan aljazair. Tanaman ini dapat tumbuh tinggi sekitar 60 cm, daun berbentuk tombak dengan tepi bergerigi dan tekstur ringan seperti wol. Bunga lavender jenis ini memiliki warna ungu dan pada bagian ujung bunga berwarna ungu pucat. 4. Lavandula Stoechas Bunga ini memiliki ciri, dapat tumbuh antara 30-100 cm, bahkan beberapa jenis ini dapat tumbuh hingga 2 m, daun memiliki ukuran 1-4 cm dan berwarna keabu-abuan. Panjang tangkai bunga sekitar 10-30 cm, bunga ini selain memiliki warna ungu ada juga warna merah muda. Keunikan bunga ini bertambah dengan bagian ujung dapat mekar seperti bunga pda umumnya. 1. Pemilihan Bibit Bunga Lavender Anda harus membeli bibit tersebut di toko khusus penjual bibit. Tentunya hal ini bertujuan untuk mendapatkan bibit yang baik. Belum cukup sampai disana, Anda juga perlu melakukan seleksi terhadap bibit-bibit lavender yang tersedia. Pilihlah bibit yang secara kasat mata terlihat bersih dan terbebas dari serangga-serangga parasit, seperti kutu, semut, dan lain-lain. Jangan lupa untuk memperhatikan tanggal kadaluarsa dari bibit tersebut. Perlu Anda ketahui bahwa bibit juga memiliki masa aktif yang terbatas, sehingga penting untuk memastikan tanggal kadaluarsanya. Jangan sampai anda membeli bibit yang sudah melewati masa kadaluarsa atau bahkan mepet dengan tanggal kadaluarsa yang tertera. Tips dalam memilih bibit yang berkualitas adalah pilihlah bibit dengan tanggal kadaluarsa yang masih cukup jauh. Pada prinsipnya, bibit bunga lavender ini akan melemah fungsinya jika akan semakin lama tersimpan. 2. Persiapan Media Tanam Bunga Lavender Pot atau polybag yang sudah dilubangi di bagian bawahnya. Styrofoam dengan ketebalan 5 cm dengan diameter sesuai dengan pot atau polybag. Tanah gembur. Pupuk kompos bisa diganti dengan sekam padi. Pasir. Batu kerikil putih. CetokPersiapan Media Tanam Bunga Lavender. 3. Penyemaian Benih Lavender Masukkan styrofoam ke dalam pot sebagai lapisan terbawah. Campurlah tanah, pupuk kompos atau sekam padi, dan pasir dengan perbandingan 111. Masukkan campuran ke dalam pot atau polybag. Buatlah lubang di bagian tengahnya menggunakan cetok. Masukkan bibit bunga lavender tetapi cukup satu pada setiap pot. Tutup menggunakan tanah. Padatkan tanah. Siram dengan air secukupnya. Letakkan di tempat yang terkena intensitas cahaya matahari yang cukup. Pantaulah pertumbuhan kecambah pada bibit bunga lavender. 4. Pemindahan Bibit Bunga Lavender Buatlah jarak pada tanam bunga lavender sekitar 30 – 45 cm. Sediakanlah suatu area terbuka dan terkena sinar matahari secara langsung sebagai calon lahan bunga lavender. Pastikan tanah dengan sirkulasi udara tergolong baik. Siramlah bibit bunga yang sudah tumbuh tersebut, tepat saat satu jam sebelum tanaman dipindahkan. Setelah satu jam didiamkan, robek polybag atau juga belah pot secara perlahan. Pastikan sebuah media tanam masih menempel pada akar dan tanah tidak pecah. Pindahkan ke lahan permanen yang sudah Anda siapkan. Padatkan dengan tanah. Pastikan posisi tanaman berdiri tegak. Siramlah dengan air secukupnya. 5. Perawatan Tanaman Lavender Penyiraman Lakukanlah penyiraman secara berkala untuk dapat menjaga agar pada media tanam tidak kering, jangan juga menyiram secara berlebihan agar tanah menjadi lembab karena hal ini dapat menyebabkan pembusukan pada bagian salah satu batang bunga dan berakhir pada kegagalan panen. Seiring bertambahnya usia, tanaman ini tidak lagi membutuhkan pasokan air yang terlalu banyak sehingga kalian dapat mengurangi aktivitas kalian menyiram tanaman. Untuk menjaga tingkat kekeringan tanah yang diinginkan tanaman bunga lavender juga perlu memiliki sistem pengairan atau drainase yang baik sebagai upaya untuk menghindari air yang menggenang. Pemangkasan Agar mendapatkan semak yang sangat sehat dan kuat maka perlu dilakukan pemangkasan pada suatu tanaman bunga lavender. Pemangkasan ini dilakukan pada saat tanaman bungqa lavender masih muda. Kuncup bunga pada tahun pertama dipotong agar mendapatkan semak dengan ukuran besar dengan paju yang berlimpah pada musim berikutnya. Pemupukan Pemupukan dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk organik seperti pupuk kandang atau bisa juga pupuk kompos. Pemberian pupuk tersebut dilakukan minimal sebanyak 2 minggu sekali. Sebenarnya penggunaan pupuk kimia juga boleh tapi dengan dosis yang cukup dan pemberiannya jangan terlalu sering. Penyiangan Guna merawat dan menunjang tumbuhnya tanaman bunga lavender, pastikan tanaman sudah menyerap nutrisi-nutrisi dalam tanah dengan baik. Jangan sampai Anda membiarkan berbagai tanaman parasit seperti gulma mengambil nutrisi untuk sebuah tanaman bunga lavender. Untuk mencegah hal itu terjadi, Anda perlu untuk memberantas gulma-gulma yang tumbuh di sekitar tanaman Anda. Caranya yakni dengan mencabut berbagai tanaman-tanaman liar yang tumbuh di sekitar tanaman pada bunga lavender. Lakukanlah hal ini secara berkala untuk dapat menunjang kesuksesan dalam hal bercocok tanam. 6. Proses Panen Bunga Lavender Genggamlah tangkai-tangkai lavender yang berbunga sebanyak satu genggam. Potonglah bagian dasar batang yang dekat dengan daun. Memisahkan bunga lavender dengan bagian tangkainya yang keras dengan cara dipotong. Ikat menjadi satu. Gunakanlah dan manfaatkan bunga lavender yang telah kalian panen. Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ 6 Cara Menanam Bunga Lavender Terlengkap. Semoga bermanfaat dan juga dapat menambah ilmu pengetahuan akan cara membudidayakannya. Terima Kasih. Baca Juga Artikel
Unduh PDF Unduh PDF Lavendel adalah rumpun yang cantik dan wangi dengan bunga ungu, putih, dan/atau kuning, tergantung varietasnya. Sebagian besar pekebun biasanya memperbanyak lavendel dengan cara setek, tetapi tanaman ini juga bisa dikembangbiakkan dari biji. Menanam lavendel dari biji memang tidak selalu berhasil dan prosesnya memakan waktu cukup lama, tetapi cara ini sering kali lebih murah daripada membeli tanaman lavendel stek atau bibitnya, dan Anda juga akan mendapatkan bunga yang sama cerahnya. 1Mulailah membuat kecambah. Biji lavendel membutuhkan waktu beberapa lama sampai bisa berkecambah dan harus dibuat di dalam ruangan agar benih punya banyak waktu untuk tumbuh menjadi tanaman dewasa pada musim tanam yang cuacanya hangat. 2Tanam biji dalam proses yang disebut “stratifikasi dingin”. Dalam proses ini, biji harus diletakkan di dalam kantong plastik bersegel yang diisi dengan tanah lembap. Gunakan tanah gembur yang khusus diformulasikan untuk menanam biji. Letakkan kantong plastik berisi tanah dan biji di dalam lemari es dan diamkan selama tiga minggu. 3Isilah wadah dengan biji yang siap ditanam. Wadah untuk biji siap tanam ini harus dangkal dan memiliki saluran pengairan yang baik. Anda bisa menggunakan nampan plastik atau wadah lebar yang dangkal. 4 Tanam biji. Taburkan biji di atas tanah. Kalau Anda menggunakan nampan pembibitan plastik, tanamlah satu biji di setiap petak. Jika Anda menanam di dalam wadah yang tidak bersekat, berikan jarak antarbiji sejauh 1 hingga 2,5 cm. 5Tutuplah biji dengan tanah setinggi 1/3 cm. Lapisan tipis tanah akan melindungi biji, tetapi biji juga perlu mendapatkan sinar matahari untuk bisa berkecambah. 6Letakkan biji di tempat yang hangat. Anda bisa menggunakan nampan pemanas, tetapi tempat lain juga bisa Anda pakai selama suhunya berkisar di angka 21° C.[1] 7Siram biji dengan sedikit air. Jaga agar media tanam tetap lembap, tetapi tidak basah, dan siramlah biji pada pagi hari agar tanahnya mengering sebelum malam tiba. Tanah yang terlalu lembap dan dingin akan membuat jamur tumbuh, dan jamur ini bisa merusak biji. 8Tunggulah. Biji lavendel membutuhkan waktu sekitar dua minggu hingga satu bulan untuk berkecambah. 9Letakkan biji yang sudah berkecambah di tempat yang terkena banyak sinar matahari. Setelah biji berkecambah, Anda harus memindahkan wadahnya ke tempat yang terkena sinar matahari langsung. Kalau tidak ada tempat seperti itu, letakkan lampu neon di atas kecambah dan diamkan kecambah di bawah sinar buatan ini selama delapan jam sehari. Iklan 1Pindahkan kecambah lavendel setelah daunnya tumbuh beberapa pasang. Tunggulah hingga daunnya benar-benar daun dewasa. Pada tahap tersebut, sistem akar sudah terlalu besar untuk diletakkan di nampan yang dangkal. 2 Isilah wadah yang besar dengan campuran tanah gembur kering. Anda tidak perlu lagi tanah khusus untuk pembibitan, tetapi tanah yang digunakan kali ini harus tetap ringan. Buatlah campuran berupa sebagian tanah, sebagian gambut, dan sebagian lagi perlit. Lumut gambut sudah terancam punah, maka sebaiknya gunakan abu sabut atau sekam padi. Jangan gunakan vermikulit silikat aluminium karena bisa saja mengandung asbes, sekalipun labelnya tidak menyebutkan hal tersebut. Pot untuk setiap tanaman harus berdiameter minimal 5 cm. Sebagai alternatif, Anda juga bisa menggunakan pot yang lebih besar atau nampan tanpa sekat. Beri jarak sekitar 5 cm dari satu lavendel ke yang berikutnya. 3Campurkan sedikit pupuk ke dalam tanah. Gunakan sedikit pupuk granular pelepasan-lambat yang mengandung proporsi nitrogen, fosfor, dan potasium yang seimbang. 4Tanam lavendel ke pot yang sudah disiapkan. Buatlah lubang kecil di media tanam yang baru, selebar tempat lavendel saat ini berada. Angkat lavendel dengan lembut dari wadah pertama dan letakkan ke lubang yang baru, pindahkan bersama tanah di sekelilingnya agar tanaman tetap kokoh di tempatnya. 5Biarkan lavendel tumbuh. Lavendel harus mencapai tinggi sekitar 7 cm sebelum dipindahkan ke tempat terakhir, tetapi setiap tanamannya masih harus berbatang satu. Untuk sampai setinggi ini, Anda membutuhkan waktu sekitar satu hingga tiga bulan. 6Eksposlah lavendel ke kondisi luar ruangan secara bertahap. Letakkan wadah lavendel di luar ruangan—di tempat yang ternaungi sebagian atau yang terkena sinar matahari sebagian—selama beberapa jam setiap hari. Lakukan langkah ini selama seminggu, ini waktu yang cukup untuk membuat lavendel memiliki waktu untuk beradaptasi dengan kondisi luar ruangan. 7Pilihlah lokasi yang cerah. Tanaman lavendel akan tumbuh dengan baik di bawah paparan sinar matahari yang banyak. Tempat yang bernaungan dan teduh cenderung lebih lembap, dan tanah yang lembap akan mengundang jamur yang bisa merusak tanaman. 8 Siapkan tanah kebun. Cangkullah tanah dengan sekop atau garpu penggali untuk menggemburkannya dan masukkan kompos sehat dengan dosis yang tepat. Kompos memiliki partikel yang tidak merata, membuat tanah menjadi longgar sehingga akar mudah untuk berkembang. Periksalah pH tanah setelah Anda menambahkan kompos. Kadar pH tanah harus berada di level 6 hingga 8, dan level yang paling baik adalah 6,5 hingga 7,5. Kalau pH tanah terlalu rendah, campurkan kapur pertanian. Kalau terlalu tinggi, tambahkan sedikit serasah kotoran atau bahan organik mati seperti daun.[2] 9Pindahkan tanaman lavendel dengan jarak 30 sampai 60 cm antara satu sama lain. Galilah lubang sedalam wadah tempat tanaman berada saat ini. Angkat lavendel dari pot dengan sekop dan letakkan ke dalam lubang yang baru. Iklan 1Siramlah lavendel hanya saat tanahnya kering. Lavendel dewasa cukup tahan kering, tetapi pada tahun pertama pertumbuhannya, lavendel perlu disiram secara teratur. Biasanya kondisi cuaca normal sudah mencukupi, tetapi kalau Anda tinggal di daerah yang cukup kering atau tidak banyak hujan, siramlah tanah secara berkala. Diamkan tanah hingga kering terlebih dulu sebelum Anda menyiramnya kembali. 2Hindari zat kimia. Herbisida, pestisida, bahkan pupuk bisa membunuh organisme bermanfaat yang hidup di tanah kebun dan membantu lavendel tumbuh. Jangan beri pupuk sama sekali setelah lavendel ditanam di tanah. Kalau Anda membutuhkan pestisida, cobalah larutan pestisida organik yang tidak mengandung zat kimia dan karenanya tidak akan memiliki efek negatif. 3 Pangkas lavendel. Pada tahun pertama, lavendel tumbuh dengan lambat dan sebagian besar energi tanaman disalurkan ke perkembangan akar dan pertumbuhan vegetasi. Anda harus membantu proses ini dengan memangkas tangkai-tangkai bunga saat kuntum teratas mulai mekar pada musim pertumbuhan pertama. Setelah tahun pertama, pangkaslah tangkai bunga setelah 1/3 kuntum mekar untuk membantu pertumbuhannya lebih lanjut. Tinggalkan setidaknya 1/3 bagian yang baru tumbuh. 4Tebarkan jerami saat cuaca dingin. Jagalah agar tanah tetap hangat dengan menaburkan kerikil atau jerami di sekeliling dasar tanaman, sisakan sekitar 15 cm ruang kosong di sekitar batang lavendel untuk sirkulasi udara. Iklan Anda juga bisa menanam lavendel dari setek. Lavendel yang ditanam dari setek biasanya akan tumbuh lebih cepat dan banyak pekebun setuju bahwa ini adalah cara yang lebih mudah daripada menanam lavendel dari biji. Lavendel bisa dipanen setelah tahun pertama untuk rangkaian bunga dekorasi, penggunaan kuliner, aroma terapi, maupun obat homoeopati. Iklan Hal yang Anda Butuhkan Biji lavendel Tanah gembur Nampan pembibitan Pot kecil Sekop Garpu tanah Pupuk granular pelepasan-lambat Nampan pemanas Alat penyemprot Selang Alat tes pH tanah Gunting pangkas Jerami Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda?