Menjadi seperti Kristus adalah perjalanan rohaniah yang penting bagi orang Kristen. Ini melibatkan penghayatan ajaran-Nya dalam kehidupan sehari-hari, pengembangan kasih seperti Kristus, kesetiaan terhadap rencana Allah, pertumbuhan rohani, dan kepedulian terhadap sesama. Dengan mengikuti teladan Kristus, orang Kristen dapat membentuk karakter Oleh sebab itu, merayakan HR Tritunggal Mahakudus berarti kita diajak untuk menyadari dan menghadirkan kasih Allah Tritunggal itu dalam hidup kita sehari-hari. Sebagaimana Allah Bapa mewujudkan cinta kasih-Nya dengan mengutus Putera dan Roh Kudus untuk hadir di tengah-tengah kita, kita pun diajak untuk mewujudkan cinta kasih melalui kehadiran kita. Allah kita adalah Imanuel, Allah yang selalu menyertai kita. Dia senantiasa dekat dengan kita. Namun, di tengah kesibukan sehari-hari, kita kerap lalai dan tidak sadar akan kehadiran-Nya. Untuk mengatasinya, kita dapat mengembangkan kebiasaan berwaktu teduh. Disiplin rohani ini menolong kita untuk merayakan kehadiran dan kedekatan-Nya. Penerapan Toleransi dalam Kehidupan Sehari-hari. Pengajaran Alkitab tentang toleransi memiliki implikasi yang luas dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah beberapa cara di mana kita dapat menerapkannya untuk menciptakan kebersamaan yang harmonis: Saling Menghormati dan Menghargai – Toleransi dimulai dengan sikap saling menghormati dan Menceritakan apa yang kita kerjakan sehari-hari, tentu tidak sulit karena kita sudah tahu pasti apa saja yang terjadi – tidak seperti mengarang cerita fiksi, misalnya. Tapi, meskipun begitu, ada beberapa peraturan umum dalam grammar (tata bahasa) jika kita menulis kegiatan harian ini dalam Bahasa Inggris. Pertama, aktivitas harian yang masih rutin dikerjakan, kata kerjanya (verb Mang Budi sehari-hari menjual bakso bakar dan sering nongkrong di lapak yang sama. β€œHemm. Sedekah mah untuk orang kaya Mang. Noh lihat orang-orang yang pake mobil, berjas dan berdasi. Mereka itu yang pantas bersedekah. Nanti deh Mang, kalo aku sudah kaya.” Padahal hari ini masih pagi, tapi Mang Anton sudah kesal duluan dengan sikap Mang Budi. Di zaman sekarang, banyak yang meragukan bahwa setelah kematian masih ada kehidupan. Mereka merasa bahwa kehidupan hanya ada di dunia. Efeknya, dalam kehidupan sehari-hari mereka tidak memikirkan tentang halal-haram maupun surga-neraka. Padahal, sudah jelas dalam Al-Qur’an bahwa Allah Swt. menjanjikan adanya kehidupan setelah kematian. Kita, sebagai umat Katolik, dihimbau untuk mengamalkan nilai-nilai iman seperti kasih, kejujuran, kerendahan hati, dan kesetiaan dalam kehidupan sehari-hari. Renungan Katolik ini akan membantu kita merenungkan pesan-pesan mendalam yang terkandung dalam Kitab Yesaya 25:6-10 dan bagaimana pesan ini dapat diterjemahkan ke dalam kehidupan umat Maka dari itu, berikut adalah Khotbah tentang pilihan dalam hidup yang dapat kamu renungkan sebagai landasan hidupmu. Baca juga: Renungan harian kristen tentang kesabaran terbaru 2022. Khotbah tentang Pilihan dalam Hidup. Pilihan yang hadir dalam kehidupan kita itu pasti beragam yang mana mengharuskan kita untuk dapat memilih pilihan yang tepat. Sejatinya manusia diciptakan Tuhan untuk saling mengasihi, saling menolong, saling berbagi, saling melengkapi, dan saling memberi muka. Maka Tuhan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, β€œβ€¦ semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” (Yohanes 13:35). KASIH menjadi IDENTITAS MURID-MURID YESUS. Sq7qbJ.